Pages

Penyebab marc Marquez jatuh di Silverstone 2015

Marquez Jatuh di motogp silverstone
Marc Marquez mengangkat tangannya usai jatuh pada GP Silverstone inggris, seolah-olah tidak ingin disalahkan atas insiden yang menimpanya.

Jika dilihat dari dari kronologisnya ada benarnya juga jika jatuhnya marquez di Abbey Corner adalah bukan murni kesalahannya. Atau mungkin marc kurang memahami traksi setting saat hujan? ada 2 kemungkinan.

Detik-detik jauhnya marc dimulai ketika ban belakang kehilangan traksi dan menyebabkan ban belakang mulai spin out dan hampir mendahului ban depan.

Kemungkinan pertama:  
Traction Control Setting yang kurang tepat. 
Seperti kita tahu bahwa semua motor peserta Motogp dilengkapi teknologi ini. Setting dilakukan oleh para teknisi berdasarkan data yang telah dimiliki sebelumnya, nah kasus marquez ini kemungkinan Repsol Honda belum memiliki data saat kondisi seperti ini, sehingga setting belum begitu tepat karena belum ada data sebelumnya. (Abbey corner saat Hujan).

Kemungkinan Kedua:
Marc Marquez merasakan bottom end mulai keluar dan menyadari bahwa ban belakang mulai spin out, dan segera mungkin menutup gas, padahal Traction Control akan bekerja jika sang Rider tidak menutup gas dan perangkat elektronik akan mengatur tenaga agar motor kembali ke posisi semula dengan lembut. 

Kedua kemungkinan ini sama-sama berpeluang, Hal ini akan menjadi tugas para insinyur Honda untuk mengantisipasinya agar tidak terjadi di kemudian hari.. 

Berikut Leads sertakan beberapa slide gambar detik-detik marquez jatuh.

marc marquez jatuh di silverstone
marc marquez jatuh di silverstone
marc marquez jatuh di silverstone
marc marquez jatuh di silverstone
marc marquez jatuh di silverstone
marc marquez jatuh di silverstone
marc marquez jatuh di silverstone
Bagaimana menurut anda? ada kemungkinan lain?? 

Pilihan piggyback dari Speedsparks

Speedsparks Fuel Controller Piggyback
Speedsparks Fuel Controller Piggyback

Speedsparks Unlimited Piggyback
Speedsparks piggyback adalah perangkat elektronik untuk motor injeksi asli buatan Indonesia. mempunyai kemampuan menambah atau mengurangi bahan bakar sesuai keinginan atau kebutuhan mesin.

Ada 2 pilihan piggyback yaitu:
  1. Fuel controller Piggyback.
  2. Unlimited Piggyback  

Perbedaannya adalah terdapat dari fiturnya, Fuel controller hanya dapat menambah dan mengurangi bahan bakar. tidak untuk merubah timing dan limiter RPM. sedangkan Unlimited piggyback dapat melakukan semuanya (Mapping Fuel, Timing, Limiter RPM)

jika anda membutuhkan perangkat piggyback untuk motor anda, ini dapat menjadi pilihan yang tepat, disamping kinerjanya yang baik, bergaransi, dan tentunya dengan harga terjangkau.

Speedsparks Unlimited Piggyback


speedsparks unlimited piggyback
Speedsparks Unlimited piggyback adalah perangkat elektronik untuk motor injeksi yang dapat merubah/setting Fuel (Bahan bakar), Pengapian (Mapping) dan RPM Limiter.

Piggyback merupakan perangkat yang disandingkan dengan ECU standar. dimana cara kerjanya adalah memodifikasi sinyal output dari ecu menuju perangkat kerja seperti koil dan injector yang telah di setting sesuai dengan keinginan atau kebutuhan mesin.

Dapat melakukan mapping perbukaan gas dan per 1000 RPM sehingga didapat setting yang sangat presisi.

Cara setting: 
Speedsparks Unlimited Piggyback diset dengan menggunakan PC atau Laptop tentu saja setelah dilakukan Install Software bersangkutan.

Piggyback ini baik digunakan untuk:
  1. Keperluan kompetisi profesional
  2. Mesin harian yang telah dimodifikasi (Boreup, Big valve, Camshaft, dll) 
Tampilan Monitor Setting:

Speedsparks unlimited piggyback calibration Form view
Calibration Form View
speedsparks unlimited piggyback monitoring view
Monitoring View
speedsparks unlimited piggyback fuel mapping view
Fuel Mapping View
Informasi lebih lanjut dan pemesanan:

Leads speed
Jln. Bogor No.18 A yani Bandung
Telp, WA: 082126380900
Pin BBM: 75EC9E33
Garansi 1 tahun

Speedsparks Fuel Controller Piggyback


Speedsparks Fuel Controller Piggyback

Speedsparks Fuel Controller piggyback adalah perangkat yang berfungsi untuk menambah atau mengurangi debit bahan bakar pada injector yang dapat digunakan pada semua motor injeksi dan dapat diatur sesuai kebutuhan mesin.

Dibagi dalam 3 (tiga) rentang RPM yaitu: 
RPM Low (0-3000).
RPM Middle (3000 - 7000)
RPM High ( 7000 keatas)
Dapat di trim dengan hanya menggunakan obeng min kecil, dengan range area -20 % sampai +50 %.

Baik digunakan pada motor standar atau motor yang telah mengalami modifikasi seperti:
  1. Penggantian Racing Muffler (Knalpot Racing)
  2. Porting Polishing
  3. Bore up
  4. Stroke up
  5. Kenaikan CR (Compression Ratio)
  6. Throttle Body Reamer
  7. Racing Camshaft (Noken as)
  8. Big Valve
  9. Disandingkan dengan perangkat Piggyback lain untuk Fine tunning
  10. atau apapun perubahan yang membutuhkan penambahan/pengurangan bahan bakar agar dicapai AFR (Air Fuel Ratio) yang tepat.
Duration:
waktu dimana injektor terbuka penuh menyemprotkan bahan bakar (Satuan: mili second).

RPM:
Putaran mesin (Rotasi per menit).

F-CUT:
Tanda Injektor menutup atau tidak bekerja dalam waktu tertentu karena perintah ECU, Misalnya pada saat Throttle atau grip gas ditutup.

Duty Cycle :
Kinerja Injector dalam satuan persen. (0% adalah kondisi injektor tidak bekerja atau pada saat mesin off, 100% adalah kondisi injektor menunjukan kerjanya pada titik maksimal)

Dengan adanya duty cycle ini memungkinkan mengetahui ukuran injektor yang dibutuhkan, selama Duty cycle dibawah 80% pada rpm tinggi berarti tidak memerlukan penggantian injektor yang lebih besar.

waktu dimana injector terbuka penuh menyemprotkan bahan bakar (dalam satuan mili second). - See more at: http://speedsparks.com/2014/06/18/piggyback/#sthash.hPlExKDd.dpuf
waktu dimana injector terbuka penuh menyemprotkan bahan bakar (dalam satuan mili second). - See more at: http://speedsparks.com/2014/06/18/piggyback/#sthash.hPlExKDd.dpuf
waktu dimana injector terbuka penuh menyemprotkan bahan bakar (dalam satuan mili second). - See more at: http://speedsparks.com/2014/06/18/piggyback/#sthash.hPlExKDd.dpuf
Speedsparks Fuel controller ini dipasang pada kabel output dari ECU menuju Input injector, dan membutuhkan suplai 12 Volt untuk power nya.


wirring pemasangan speedsparks Fuel controller piggyback
 

Speedsparks Fuel controller ini hanya berfungsi menambah dan mengurangi debit, cocok bagi yang tidak menginginkan perubahan pada timing pengapian dan RPM limit. (Tidak merubah limit rpm standar motor)


Informasi lebih lanjut dan pemesanan:

Leads speed
Jln. Bogor No.18 A yani Bandung
Telp, WA: 082126380900
Pin BBM: 75EC9E33

Harga: Rp.900.000.-
Garansi 1 tahun

Map


Baca juga: Pilihan Piggyback Speedsparks

Apalagi yang harus dibuktikan oleh Valentino Rossi ??

Banyak orang merasa beruntung hidup dijaman dimana hidup seorang yang dilahirkan hanya untuk mendedikasikan diri pada dunia balap motor. dan bukan hanya seorang pembalap biasa, namun seorang entertainer sejati, satu-satu nya pembalap yang ibu-ibu didapur pun mengenalinya.

Apalagi yang harus dibuktikan oleh Valentino Rossi? dia sudah membuktikan semuanya. Rossi adalah pembalap sepanjang masa yang akan selalu dikenang nama nya berkat kesuksesan kariernya.

Butuh waktu lama bahkan dapat mencapai ratusan tahun untuk kembali menemukan sosok seperti Rossi.

Mungkin diantara pembaca sudah banyak yang tahu tentang sepak terjang Valentino Rossi. Dia belum dinyatakan sebagai Legend karena sampai saat ini Rossi belum menyatakan pensiun di kancah MotoGP, Bahkan dia masih bertarung dibarisan terdepan bersama juniornya yang terpaut 13 generasi (2000 - 2013). Ketika dia Pensiun maka secara otomatis masuk pada jajaran Legend of Grand Premiere Grand Prix.

Tahun ini Rossi mengakui akan sangat sulit untuk meraih titel Juara Dunia, tetapi sampai pertengahan musim, Rossi bertengger di posisi atas klasemen sementara (2015) yang akhirnya disamai pointnya oleh rekan setim nya.

Konsistensi nya itu adalah bukan hal yang mudah. tetap berada di barisan terdepan setelah 15 tahun sejak ia memasuki kelas 500cc adalah suatu yang luar biasa.

Luar biasa karena jaman telah berbeda dengan sekarang, ketika mulai menggunakan NSR500 2 tak tentu lain dengan RC211, atau M1. Dulu seorang pembalap harus menguasai sifat dan karakter motor tanpa bantuan elektronik yang rumit, merefleksikan semua perasaan pada motor secara total, baik setting maupun mengendarainya. sekarang pembalap harus mengesuaikan diri dengan perangkat elektronik yang dapat lebih menjaga keselamatan karena limit motor telah diatur secara otomatis.

Rossi telah merasakan siksaan dari monster bernama NSR500, juga telah merasakan ujian dari sang Desmo Ducati ketika dikendarai Stoner, tetapi itu semua telah dilaluinya  dan kini masih bertengger di papan atas. 

Tidak mungkin motor mencapai angle (kemiringan) 64 derajat jka tidak didukung oleh perangkat elektronik seperti Angle Adjustable Traction Control. Dengan itu Rossi telah meng Update gaya balapnya mengikuti perkembangan teknologi pada balap motor. Mustahil dapat mengimbangi para juniornya jika rossi memakai teknik lama. 
 
Apapun Jamannya Rossi tetap Update, ia telah menjadikan balap motor menjadi suatu tontonan menarik, membuat penonton sangat terhibur dengan tersenyum, tertawa, bahkan meneteskan air mata.

Apalagi yang harus dibuktikan rossi?

Ia telah juara dunia sebanyak 9 kali dengan motor yang berbeda, suatu pencapaian yang Mega Sulit. ditambah ketika itu perkembangan teknologi berkembang sangat pesat sekali.

Rossi disukai oleh semua orang, penggemar nya ada diseluruh dunia meliputi penonton, sesama pembalap, aktivis balap, hingga anak-anak dan ibu rumah tangga. Nyaris tidak ada hal buruk tentangnya. 
 
Apalagi yang harus dibuktikan oleh Valentino Rossi ??

Musim 2015 bukan musim pembuktian bagi Rossi, musim ini hanya sebagai dedikasinya Rossi pada dunia balap. Ia masih ikut balapan bukan karena harus membuktikan sesuatu, bukan karena uang, tetapi atas dasar kecintaannya pada dunia Racing yang ia geluti sejak kecil. Tidak ada target khusus yang harus dicapai. ia hanya balap sebaik mungkin hingga ia merasa datang waktunya untuk berhenti.

"Aku akan terus balapan hingga respon tubuhku menyuruh aku untuk berhenti" Rossi.





 







Honda memakai CBR300R di ARRC Kelas 250cc ?

Balapan paling bergengsi se Asia terutama kelas 250cc Asia Production adalah merupakan salah satu kelas yang paling seru, dimana pada event itu bertarung para pembalap terbaik Asia. selain itu mereka menggunakan motor yang dijual masal.

Kawasaki Ninja 250, Yamaha R25, dan Honda dengan CBR nya bertarung memperebutkan podium. Namun ada yang menarik dari regulasi di kelas ini, yaitu diperbolehkannya menggunakan mesin sampai dengan kapasitas 300cc 4 tak 1 silinder. 

Honda adalah satu-satunya peserta yang menggunakan motor 1 silinder, Dengan adanya regulasi itu memungkinkan Honda menurunkan motor 300cc yaitu CBR300R. atau menggunakan CBR250R boreup 300cc, dengan catatan berat minimum 135kg.


CBR300R dan CBR250R memiliki bentuk yang sama, sehingga memakai motor manapun tidak jadi masalah asal berat minimum dapat terpenuhi sesuai regulasi...

Peringkat Motor Berdasarkan Power To Weight Ratio

Power To Weight Ratio


Power To Weight Ratio adalah perbandingan antara berat kendaraan dengan tenaga maksimum, seperti kita tahu bahwa motor bertenaga besar belum tentu memiliki performa yang baik. Hal itu dipengaruhi oleh bobot yang dimiliki motor tersebut. 

Semakin besar nilai Power To weight Ratio berarti motor tersebut memiliki performa yang baik, hal itu dapat diartikan menjadi akselerasi atau kecepatan yang baik. 

Berikut ini adalah daftar motor berdasarkan Power To weight Ratio.
Sumber resmi diambil dari data masing-masing pabrikan.

Rank Name W          P Max  Power W Ratio

ZX 10 R 198 kg 200.0 PS 1.010 PS/kg
YZF-R1  199
kg
200.0
PS
1.005
PS/kg
CBR1000RR  210
kg
180.9
PS
0.861
PS/kg
Ninja H2 238
kg
200.0
PS
0.840
PS/kg
ZX 636 R 192
kg
131.0
PS
0.682
PS/kg
YZF-R6 189
kg
123.7
PS
0.654
PS/kg
Z1000 220
kg
142.0
PS
0.645
PS/kg
Ninja 1000 228
kg
142.0
PS
0.623
PS/kg
MT-09 850 188
kg
115.0
PS
0.612
PS/kg
Z800 229
kg
113.0
PS
0.493
PS/kg
Versys 1000 249
kg
120.0
PS
0.482
PS/kg
CB 650 F 208
kg
87.0
PS
0.418
PS/kg
CBR 650 F 211
kg
87.0
PS
0.413
PS/kg
ER6N 204
kg
72.1
PS
0.353
PS/kg
Ninja 650 209
kg
70.7
PS
0.338
PS/kg
Versys 650 214
kg
69.0
PS
0.322
PS/kg
Vulcan 650 226
kg
63.0
PS
0.279
PS/kg
CB 500 F 192
kg
47.6
PS
0.248
PS/kg
CB 500 X 196
kg
47.6
PS
0.243
PS/kg
Ninja 150 R 124
kg
30.1
PS
0.243
PS/kg
WR250 134
kg
30.7
PS
0.229
PS/kg
Ninja 300 172
kg
39.0
PS
0.227
PS/kg
MT-25 165
kg
36.0
PS
0.218
PS/kg
R25 166
kg
36.0
PS
0.217
PS/kg
Ninja 150 RR 134
kg
28.6
PS
0.213
PS/kg
Z250 168
kg
32.0
PS
0.190
PS/kg
Ninja 250 172
kg
32.0
PS
0.186
PS/kg
NinjaRRMono 151
kg
28.0
PS
0.185
PS/kg
KLX 250 138
kg
24.5
PS
0.177
PS/kg
Pulsar 200 NS 145
kg
23.1
PS
0.159
PS/kg
CBR 250 161
kg
23.7
PS
0.147
PS/kg
New Satria F 106
kg
15.0
PS
0.142
PS/kg
Sonic 150 114
kg
16.0
PS
0.140
PS/kg
MX King 150 118
kg
15.4
PS
0.130
PS/kg
Scorpio Z 142
kg
18.2
PS
0.128
PS/kg
New Vixion 131
kg
16.6
PS
0.127
PS/kg
CB150R SF 136
kg
16.9
PS
0.124
PS/kg
CBR 150 138
kg
17.1
PS
0.124
PS/kg
R15 136
kg
16.5
PS
0.121
PS/kg
JupiterMX135 109
kg
12.5
PS
0.115
PS/kg
Estrella 250 161
kg
18.0
PS
0.112
PS/kg
KLX 150 116
kg
12.0
PS
0.103
PS/kg
Verza 150 129
kg
13.2
PS
0.102
PS/kg
Jupiter z 115 101
kg
10.1
PS
0.100
PS/kg
Byson 133
kg
13.1
PS
0.098
PS/kg
Athlete 125 104
kg
9.8
PS
0.094
PS/kg
Force 115 93
kg
8.7
PS
0.094
PS/kg
KSR 110 94
kg
8.6
PS
0.091
PS/kg
Supra Helm In 107
kg
9.6
PS
0.090
PS/kg
Supra X 125 105
kg
9.3
PS
0.089
PS/kg
Absolut Revo 97
kg
8.5
PS
0.087
PS/kg
Vega RR 98
kg
8.2
PS
0.083
PS/kg
New Blade 104
kg
8.4
PS
0.081
PS/kg


Motor yang tidak terdapat diatas dikarenakan tidak ada data yang bersumber dari pabrikan (Honda Yamaha Kawasaki Suzuki)

Silahkan aduk-aduk dan tentukan pilihanmu dikolom komentar....

Feed Leads Speed

Subscribe

Berlangganan Artikel, Silahkan Masukan Email anda:

Delivered by FeedBurner For Leadsspeed