Hitting The Apex (2015) Film Dokumenter MotoGp
Harley Davidson Street 500 cc untuk perkotaan
Penyebab marc Marquez jatuh di Silverstone 2015
Apalagi yang harus dibuktikan oleh Valentino Rossi ??
Honda memakai CBR300R di ARRC Kelas 250cc ?
Peringkat Motor Berdasarkan Power To Weight Ratio
amaha R15 tembus Limiter dengan Piggyback Lokal.
Perlakuan Honda Terhadap Pedrosa
Stok Ninja 150 R/RR sampai akhir tahun
Aturan emisi EURO 3 Itu ternyata...
Kesan Pertama KTM RC390
Leads Speed Profil
Menghitung Rasio Kompresi
Arogansi Klub Motor
Menghitung Piston Speed Limit
Bore Up Motor Injection
Catatan Sepeda Motor 70 Tahun Indonesia Merdeka
Modifikasi sistem Fuel Injection (Fi) pada sepeda motor
Cara kerja injeksi dibanding karburator
Patah tulang? Medis atau Non Medis..
Bedah Si Legenda Hidup Kawasaki Ninja 150 RR/R
AFR Setting
Leads Speed Profil
Leads (dibaca: Lids) adalah panggilan kecil sejak saya masih anak ingusan, Ridwan Fajar adalah nama asli saya, namun saat itu saya tidak bisa menyebut huruf R dengan fasih, jadi kalo ada yang bertanya "siapa nama nyaa dee" saya akan menjawab " nama saya lidwan... sejak saat itu semua orang memanggil saya lid... lidd... lidd... ayah saya pun demikian, bahkan beliau menyuruh saya menerjemahkan dengan ejaan inggris, yaitu Lead + s yang artinya pemimpin...
Setelah selesai kuliah saya langsung bergabung pada jaringan pabrikan Kawasaki, tepatnya di sebuah Main Dealer Kawasaki Jawabarat, di tempat itulah saya banyak belajar tentang roda dua. dalam waktu yang singkat saya mampu menyerap semua ilmu yang ada di tempat saya bekerja, dan dalam waktu singkat pula karier saya meroket dengan nama yang harum.
Dipuncak karier saya merasa sudah tidak ada tantangan lagi, semua hal pekerjaan dapat ditangani dengan mudah, saya merasa tidak puas dengan hal ini.. Dan saya berfikir bahwa hidup akan lebih menantang jika saya bukan menjadi karyawan.
Tahun ke 6 saya bekerja, saya memutuskan untuk keluar kerja, agak sulit memang karena atasan saya mempertahankan karena memang saya sedang memiliki reputasi yang baik. akhirnya mereka menawarkan saya suatu pilihan, jika saya tetap bekerja maka saya akan mendapatkan jabatan lebih tinggi, namun jika saya tetap dengan keputusan resign maka saya tidak mendapatkan pesangon..... saya tetap dengan pendirian saya untuk resign demi tantangan walaupun tanpa pesangon....
2008 saya resmi keluar kerja dari perusahaan tersebut. dan langsung mendirikan sebuah bengkel kecepatan dengan nama Leads Speed Shop.... Alhamdulillah masih berdiri sampai sekarang.
Dibengkel itulah kami mendapat lebih banyak pengalaman... berbagai prestasi diajang balap pun sering kami raih, bahkan saya pribadi pernah mendapatkan beberapa tropi dari ajang balap daerah maupun nasional...
Kecintaan terhadap motor terutama motor balap semakin melekat, saya suka mencoba banyak motor melampaui limit maksimum kinerja motor, merasakan semua karakter jenis motor, touring kesana sini, bergabung dengan klub motor, balapan resmi, mendalami ilmu baru di motor baru, mendalami teknologi motor, teknik balapan, riset mesin, menulis blog ini, merupakan kegiatan rutin bagi saya.
Sekarang saya telah memiliki 2 orang anak lelaki yang tangguh, mereka mewarisi kesukaan bapaknya... saat ditanya mana yang akan dipilih: sekolah atau balapan mereka menjawab: BALAPAANN....
KONTAK:
Email : Leadsfajar@gmail.com
Facebook : Leads Fajar, Leads Speed
IG : Leads_fajar
PIN : 75EC9E33
WEB : www.leadsspeed.com
Menghitung Rasio Kompresi
Dalam memodifikasi mesin 4 tak baik keperluan boreup harian maupun keperluan kompetisi, menghitung rasio kompresi mutlak diperlukan. hal ini dikarenakan akan menentukan jenis bahan bakar apa yang akan dipakai.
Pertamina
1. Premium oktan 88 untuk rasio 7:1 s/d 9:1
2. Pertalite oktan 90 untuk rasio 8,5:1 s/d 9,5:1
3. Pertamax oktan 92 untuk rasio 9:1 s/d 10,5:1
4. pertamax+ oktan 95 untuk rasio 10,5:1 s/d 12:1
5. Pertamax Racing 100 untuk rasio 12:1 s/d 13:1
sedangkan Shell memiliki 2 jenis yaitu Super (92) dan Super Extra (95).
dari data diatas diketahui hubungan antara nilai oktan dan perbandingan kompresi, untuk itu perlu dilakukan setting rasio kompresi mesin agar sesuai dengan bahan bakar yang dipilih.
Menghitung Rasio Kompresi:
Rumus:
CR = V1+V2
V1
V2 : Volume silinder
V1 : Volume Ruang Bakar
Volume silinder (V2) dapat diketahui dari diameter piston dan stroke menggunakan rumus volume silinder.
Volume ruang bakar (V1) dapat diukur dengan menggunakan teknik buret, yaitu memasukan cairan kedalam ruang bakar melalui lubang busi ketika piston dalam posisi TDC atau TMA menggunakan tabung buret ukur.
Contoh soal:
Sebuah mesin dengan diameter piston 60mm dan Stroke 55mm serta memiliki volume ruang bakar 15cc. bahan bakar apakah yang sesuai dengan mesin ini?
diketahui: Diameter = 60 mm
Stroke = 55 mm
V1 = 15 cc
Jawab: V2 = 155.43 cc (dihitung dari diameter dan stroke menggunakan rumus volume silinder)
CR = V1 + V2
V1
CR = 15 + 155.43
15
CR = 11,4
jadi perbandingan kompresi mesin tersebut adalah 11,4 : 1
diharuskan memakai bahan bakar pertamax + atau Shell Super Extra.
Perbandingan rasio tersebut akan dicapai ketika putaran mesin mencapai torsi maksimum karena noken as memiliki durasi yang cenderung membuang kompresi saat siklus namun pada saat torsi maksimum, Efisiensi Volumetrik (VE) akan mendekati angka 100 maka perlu bahan bakar yang sesuai dengan CR tersebut.
Hal ini menjawab pertanyaan mengapa motor baru sekarang dengan CR yang tinggi masih diperbolehkan meminum premium? karena pabrikan mendesain noken as dan flow untuk keperluan harian dibuat tidak mendekati mencapai VE = 100 walaupun pada putaran dimana torsi maksimum berada, Motor standar harian hanya memiliki VE sekitar 85. beda dengan mesin yang di custom untuk keperluan kompetisi atau bore up sang tuner biasanya menaikan VE sampai 100
Bolehkah menggunakan bahan bakar dibawah spesifikasi CR? boleh saja asal mengendarainya tidak mencapai putaran dimana torsi maksimum berada, karena jika dipaksa mencapai torsi maksimum akan terjadi knocking, yaitu bahan bakar terbakar dengan sendiri akibat tidak kuat menahan tekanan kompresi yang melebihi kemampuannya.
kebalikannya, bolehkah menggunakan bahan bakar diatas spesifikasi CR? tentu saja boleh, namun hal itu tidak membuat mesin lebih bertenaga. malah cenderung berlebihan dan pemborosan, buat apa bayar lebih mahal jika bahan bakar yang sesuai memiliki performa yang sama dengan bahan bakar oktan tinggi...
Semoga bermanfaat, jangan lupa jejak komentar nya yaa...
Arogansi Klub Motor
Media sosial saat ini sedang ramai memperbincangkan aksi warga yang menghadang konvoi yang melanggar lalulintas, lalu ada juga rombongan motor mengeroyok pengendara mobil gara-gara sedikit gesekan antara mereka. dan banyak lagi pemberitaan tentang aksi ugal-ugalan para bikers di jalanan.
jika dilihat secara psikologi tindakan kurang patut yang dilakukan oleh segerombolan orang yang memiliki rasa yang sama akan melakukan tindakan tidak terpuji bukan hanya terjadi di kelompok pengendara motor saja. hal itu juga dapat terjadi oleh gerombolan masa yang berkumpul lainnya misalkan supporter sepak bola, organisasi massa.
tidak semua tindakan tidak terpuji itu dilakukan oleh anggota perkumpuan, baik anggota konvoi/klub motor, supporter, organisasi massa. tetapi dilakukan oleh beberapa orang saja. dalam klub motor segelintir orang itu dilambangkan 1% (One Percenter)
Tidak seharusnya pula audien menjudge mereka semua buruk, mereka pun menyadari adanya hal itu dengan dipasangkannya patch 1% di rompi mereka.
nah yang akan dibahas ini adalah para one percenter ini. ibarat pepatah "karena nila setitik rusak susu sebelanga"
Biasanya para perusuh ini adalah orang baru di komunitas mereka atau bahkan justru komunitasnya malah baru juga. mereka melakukan aksi itu untuk mendapat pengakuan jatidiri dan ingin menunjukan loyalitas kepada anggota yang lain. perusuh ini merasa akan dilindungi oleh kumpulan mereka dan cenderung menjadi provokator untuk memancing anggota lainnya yang sama-sama lebaynya.
Leads hidup di kota Bandung yang terkenal dengan gudangnya klub motor dan gank motor, juga memiliki supporter sepak bola yang fanatik. tetapi mereka kini sudah "Jinak" karena kedewasaan mereka yang terus tumbuh. beberapa tahun silam mereka memang banyak bikin masalah dipenjuru kota namun seiring waktu mereka semakin mengerti cara membentuk jatidiri dihadapan teman-temannya, juga bagaimana menunjukan loyalitas yang elegan.
namun masalahnya setiap perkumpulan dapat dipastikan akan melakukan rekrutmen anggota baru demi terjaganya regenerasi di antara mereka, hal itu pula adanya para 1% itu tetap ada. namun tidak semua anggota baru masuk ke 1%, selain anggota baru terdapat juga 1% permanen yang terus melekat pada diri individu, hal itu disebabkan sifat dan karakter 1% itu sendiri.
untuk lepas dari perilaku 1% itu diperlukan pola fikir yang sehat, kontrol ego yang baik, dan mampu meredam emosi untuk tidak mudah terprovokasi oleh one percenter.
intinya 1% itu tidak hanya ada di klub motor saja. 1% ada di anggota masyarakat manapun dan itu tidak bisa dihilangkan. lalu kenapa hanya klub motor yang sering diangkat berita di berbagai media, itu karena jumlah motor sudah sangat banyak di negeri ini, dan cenderung dapat mengakibatkan munculnya banyak organisasi motor.
masyarakat hendaknya tidak menganggap buruk klub motor secara keseluruhan, pengurus klub motor juga diharuskan menerapkan etika klub yang baik kepada para anggotanya. dan yang paling penting adalah kesehatan mental dan pola fikir dewasa yang harus di tanamkan. termasuk kita anggota masyarakat... jangan masuk yang 1% yahhh. Jadilah yang 99% baik
Menghitung Piston Speed Limit
Batas aman kecepatan piston didalam silinder tergantung oleh beberapa hal yaitu:
1. Kualitas material meliputi pemuaian.
2. Kualitas Pelumas
3. Clearance atau Jarak Celah antara dinding silinder dan piston
Piston speed limit yang biasa diterapkan adalah 20m/s.
1. Kualitas material meliputi pemuaian.
2. Kualitas Pelumas
3. Clearance atau Jarak Celah antara dinding silinder dan piston
Piston speed limit yang biasa diterapkan adalah 20m/s.
Akan aman jika piston speed bermain di bawah angka tersebut, tetapi dapat pula melebihi angka itu jika Material, pelumas, clearance dan pendinginan mesin memiliki kualitas yang baik.
Rumus Menghitung Piston Speed Adalah:
Piston Speed (m/s) = 2 x Stroke(m) x RPM
60
Contoh soal:
Berapakah piston speed ninja 150 pada putaran 11500 RPM?
Stroke ninja 150 adalah 54.4mm atau 0.0544
dengan rumus diatas maka = 2 x Stroke(m) x RPM
60
= 2 x 0.0544 x 11500
60
= 20.853m/s
Jadi Ninja 150 pada putaran 11500 rpm sebesar 20.853m/s
Semoga Bermanfaat...
Bore Up Motor Injection
Tujuan dari bore up atau menaikan volume silinder dari kapasitas standar adalah untuk mendapatkan power mesin yang lebih besar. namun perlu digaris bawahi bahwa pernyataan "semakin besar ukuran piston akan semakin meraih tenaga yang besar", hal itu tidak benar jika tidak diikuti oleh perubahan sektor lainnya.
Mesin merupakan suatu sistem dimana semua komponen bergerak bersama untuk mencapai sebuah kinerja gerak/putar. Jika salah satu komponen dilakukan ubahan misalnya piston mengalami perubahan ukuran maka beberapa komponen harus mengikuti perubahan tersebut tergantung seberapa besar perubahan tersebut.
Bore up motor injection hampir sama dengan pada motor karburator bedanya sebelum melakukan bore up motor injection harus disiapkan perangkat mapping baik piggyback atau hanya Fuel Controller
Ada point penting yang harus diperhatikan dalam melakukan boreup suatu mesin antara lain:
- Piston Speed Limit
- Rasio Kompresi
- Mixture Flow
- Timing pengapian
- Air Fuel Ratio
Piston Speed Limit
memang bore up tidak terlalu mempengaruhi Piston Speed limit (PSL) kecuali melakukan perubahan pada stroke (langkah). Namun dengan adanya piston baru berukuran besar juga clearance (celah) antara piston-boring memungkinkan adanya PSL Yang berbeda terlebih jika piston pengganti memiliki kualitas yang kurang baik. selain itu PSL juga penting untuk menentukan RPM Limiter. menghitung PSL dapat dilihat disini.
Rasio Kompresi
Rasio Kompresi
Setelah melakukan perubahan ukuran piston jika langsung disandingkan dengan silinder head sebelumnya tentu CR akan melonjak drastis, untuk itu perlu dilakukan penyesuaian ulang untuk mendapat kan CR yang tepat tergantung jenis bahan bakar yang akan dipakai. Selain membenahi Cylinder Head Squish juga dilakukan teknik buret untuk mendapatkan CR yang tepat. menghitung Compression Ratio (CR) dapat dilihat disini.
Mixture Flow
Piston besar tentunya akan memiliki daya hisap yang lebih besar, menyebabkan debit campuran bahan bakar udara menjadi besar pula, untuk itu perlu dilakukan porting saluran di area silinder head agar didapat efisinsi volumetrik yang baik. agar tenaga tidak tertahan terutama di putaran menengah ke atas. Flow Bench mungkin diperlukan tetapi dengan perhitungan yang baik akan didapat porting dengan toleransi yang cukup tanpa Flow Bench.
Timing Pengapian
Timing Pengapian
Titik derajat pengapian setelah dilakukan bore up tentu berbeda dikarenakan daya dorong piston oleh ledakan api akan lebih besar dari sebelumnya. jika motor terasa liar atau kurang nyaman maka derajat pengapian dapat dimaping ulang pada piggyback. agar didapat power yang smooth bertenaga.
AFR Ratio
Dengan debit yang semakin besar tentu jumlah udara yang masuk semakin banyak, hal ini menyebabkan AFR menjadi kering (Lean) jika ini dibiarkan akan menyebabkan mesin menjadi panas mudah over heat juga tenaga yang loyo. Untuk itu perlu penambahan bahan bakar untuk mengimbangi jumlah udara yang semakin besar. penambahan AFR dilakukan dengan maping fuel pada Piggyback atau Fuel Controller
Itulah beberapa point penting yang harus diperhatikan dalam Bore up motor Injection.
Piston Speed Limit yang tidak tepat akan mengakibatkan piston mengalami jammed atau macet.
Rasio kompresi yang terlalu tinggi akan menyebabkan ngelitik atau knocking selanjutnya merusak piston.
Mixture Flow terhambat akan menyebabkan tenaga tertahan di putaran menengah ke atas.
Timing tidak tepat akan mengakibatkan mesin jadi liar bahkan loyo atau knocking. atau tendangan balik saat starting fail.
AFR yang tidak tepat mengakibatkan over heat (Lean) bisa juga boros bahan bakar jika setting terlalu (rich).
Demikian beberapa yang harus diperhatikan dalam bore up motor injection, silahkan masukan komentar atau ikuti blog ini untuk update artikel terbaru.
Catatan Sepeda Motor 70 Tahun Indonesia Merdeka
Sudah 70 tahun indonesia merdeka, sejak diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 oleh sang proklamator Bung Karno dan Bung Hatta. Saat itu kendaraan Roda dua yang berkeliaran di jalanan tanah air masih sangat-sangat sedikit. itu pun masih terbatas dimiliki oleh orang-orang kelas atas yang mampu membeli secara build up dari eropa. Motor memang bukan kebutuhan primer masyarakat saat itu. selain itu ada juga motor yang dibawa oleh sekutu untuk keperluan militer. seperti halnya Harley Davidson WLA 750cc.
Sebelum 1945 telah ada beberapa distributor motor yang mengakomodir kebutuhan motor di indonesia, mereka memasukan motor dari Eropa dan Amerika seperti Norton, Excelsior, Harley Davidson, Indian, Brough, dan lainnya. pembelinya pun terbatas orang Eropa dan beberapa pribumi yang memang sangat mampu seperti kalangan ningrat.
Namun di tahun kemerdekaan (1945) semua dimulai dari nol lagi. Dimulai tahun 1950 Indonesia mulai dilirik BMW perusahaan otomotif asal jerman sebagai pasar dengan memasukan R25 disusul R26 dan R27 yang sukses mencetak angka penjualan sampai ribuan. Selain itu banyak bermunculan importir umum yang memasukan motor ke dalam negeri seperti Ariel, BSA, AJS, Machless, DKW, dan lainnya.
Tahun 60 an Vespa sukses menjual variannya seantero tanah air, dimasa ini mulai lah masuk Honda, Suzuki, Yamaha dan Kawasaki. sejak itu pabrikan jepang terus mendominasi penjualan sepeda motor ditanah air dengan keunggulan harga yang relatif murah dan performa yang baik juga perawatan yang mudah.
sejak saat itu Indonesia telah terlena akan nikmat nya motor buatan luar negeri sehingga terlupakan untuk tidak membuat motor sendiri, padahal semua tahu bahwa sepeda motor merupakan angkutan utama di negara kita saat ini bahkan sampai waktu yang tidak ditentukan.
Tidak adakah usaha dari siapapun yang terlibat disini untuk dapat mewujudkan membuat pabrikasi sendiri motor dalam negeri? memang tidak mudah tetapi bukan tidak mungkin. sampai kapan pun tidak ada yang mengetahui ketergantungan rakyat terhadap sepeda motor. jika transportasi publik yang baik dan nyaman lebih sulit di wujudkan kenapa tidak kita membuatnya sendiri dan katakan tidak pada produk luar negeri. jika pemerataan penduduk sulit di realisasikan, jika pertambahan jumlah penduduk sulit dibendung, jika polusi telah melewati ambang batas, kenapa tidak kita mulai mengembangkan motor yang lebih baik untuk masa depan.
kita tidak perlu mengembangkan motor dengan mesin bakar 4 tak yang teknologinya telah diturunkan semua, bahkan telah ada motor dengan supercharger, teknologi motor dapat dikatakan telah sempurna bagi 4 tak. yang perlu dikembangkan adalah motor tanpa mesin bakar yang hemat energi dan tanpa polusi.
sejak saat itu Indonesia telah terlena akan nikmat nya motor buatan luar negeri sehingga terlupakan untuk tidak membuat motor sendiri, padahal semua tahu bahwa sepeda motor merupakan angkutan utama di negara kita saat ini bahkan sampai waktu yang tidak ditentukan.
Tidak adakah usaha dari siapapun yang terlibat disini untuk dapat mewujudkan membuat pabrikasi sendiri motor dalam negeri? memang tidak mudah tetapi bukan tidak mungkin. sampai kapan pun tidak ada yang mengetahui ketergantungan rakyat terhadap sepeda motor. jika transportasi publik yang baik dan nyaman lebih sulit di wujudkan kenapa tidak kita membuatnya sendiri dan katakan tidak pada produk luar negeri. jika pemerataan penduduk sulit di realisasikan, jika pertambahan jumlah penduduk sulit dibendung, jika polusi telah melewati ambang batas, kenapa tidak kita mulai mengembangkan motor yang lebih baik untuk masa depan.
kita tidak perlu mengembangkan motor dengan mesin bakar 4 tak yang teknologinya telah diturunkan semua, bahkan telah ada motor dengan supercharger, teknologi motor dapat dikatakan telah sempurna bagi 4 tak. yang perlu dikembangkan adalah motor tanpa mesin bakar yang hemat energi dan tanpa polusi.
Jaman mulai berganti saat kebutuhan sekunder telah menjadi kebutuhan primer. dapat dibayangkan jika saat ini sebuah keluarga tidak memiliki sepeda motor tentu akan menjadi kesulitan tersendiri, hal itu disebabkan buruknya transportasi umum yang tidak berkembang bahkan ketinggalan jaman. hanya motor lah yang dapat diandalkan oleh masyarakat di tanah air. menjadikannya alat transportasi utama di negeri ini. selama pemerintah tidak mengakselerasi moda transportasi yang baik bagi warganya.
Subscribe to:
Posts (Atom)













